Terimakasih atas pemaparan materi dari Clara. Di dalam video, Clara menyebutkan bahwa indikator untuk Iodometri dan Iodimetri sama-sama menggunakan amilum, hanya saja waktu pemberiannya yang berbeda. Saya ingin bertanya, mengapa pada iodometri, penambahan indikator dilakukan menjelang titik akhir titrasi? Bagaimana jika indikator ditambahkan pada awal proses titrasi?
Penambahan amilum harus pada saat mendekati titik akhir titrasi. Hal ini dilakukan agar amilum tidak membungkus I2 yang menyebabkan sukar lepas kembali, dan ini akan menyebabkan warna biru sukar hilang, sehingga titik akhir titrasi tidak terlihat tajam. Jika Penambahan amilum di awal titrasi, maka akan menyebabkan terbentuknya iod-amilum yang akan membentuk kompleks warna biru yang tidak larut dalam air dingin, sehingga akan menyebabkan titran semakin bertambah untuk memutuskan ikatan kuat senyawa kompleks tersebut dan akan menganggu penetapan kadar sampel. Amylum ini memiliki sifat sukar larut dalam air serta tidak stabil dalam suspensi air membentuk senyawa kompleks yang sukar larut dalam air jika bereaksi dengan iodium. Sehingga penambahan amylum sebagai Indikator tidak boleh ditambahkan pada awal reaksi.
Pada tabel titrasi untuk iodometri itu menggunakan Na2S2O3, mengapa Na2S2O3 harus dilakukan pembakuan pada titrasi iodometri? Jika tidak dilakukan pembakuan apa yang terjadi?
Tujuan dari pembakuan Na2S2O3 adalah untuk mengetahui normalitas dari larutan Na2S2O3, karena larutan Na2S2O3 bukan merupakan larutan standar primer, sehingga larutan harus dibakukan terlebih dahulu dengan larutan standar primer KIO3.
Terimakasih atas pemaparan materi dari Clara. Di dalam video, Clara menyebutkan bahwa indikator untuk Iodometri dan Iodimetri sama-sama menggunakan amilum, hanya saja waktu pemberiannya yang berbeda. Saya ingin bertanya, mengapa pada iodometri, penambahan indikator dilakukan menjelang titik akhir titrasi? Bagaimana jika indikator ditambahkan pada awal proses titrasi?
BalasHapus
HapusPenambahan amilum harus pada saat mendekati titik akhir titrasi. Hal ini dilakukan agar amilum tidak membungkus I2 yang menyebabkan sukar lepas kembali, dan ini akan menyebabkan warna biru sukar hilang, sehingga titik akhir titrasi tidak terlihat tajam.
Jika Penambahan amilum di awal titrasi, maka akan menyebabkan terbentuknya iod-amilum yang akan membentuk kompleks warna biru yang tidak larut dalam air dingin, sehingga akan menyebabkan titran semakin bertambah untuk memutuskan ikatan kuat senyawa kompleks tersebut dan akan menganggu penetapan kadar sampel.
Amylum ini memiliki sifat sukar larut dalam air serta tidak stabil dalam suspensi air membentuk senyawa kompleks yang sukar larut dalam air jika bereaksi dengan iodium. Sehingga penambahan amylum sebagai Indikator tidak boleh ditambahkan pada awal reaksi.
Pada tabel titrasi untuk iodometri itu menggunakan Na2S2O3, mengapa Na2S2O3 harus dilakukan pembakuan pada titrasi iodometri? Jika tidak dilakukan pembakuan apa yang terjadi?
BalasHapusTujuan dari pembakuan Na2S2O3 adalah untuk mengetahui normalitas dari larutan Na2S2O3, karena larutan Na2S2O3 bukan merupakan larutan standar primer, sehingga larutan harus dibakukan terlebih dahulu dengan larutan standar primer KIO3.
Hapus